• Rab. Apr 29th, 2026

Ragam Kabar Akademik: Estafet Kepemimpinan UGM dan Kompetisi Sains di Caldwell University

ByNanda Wijaya

Apr 29, 2026

Rapat pleno Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Gadjah Mada (UGM) baru saja usai dan menetapkan Prof. dr. Ova Emilia, M.Med., Ed., Sp.OG (K), Ph.D. sebagai rektor baru untuk masa bakti 2022-2027. Menteri Sekretaris Negara Pratikno, yang kebetulan menjabat sebagai Ketua MWA, memimpin langsung jalannya persidangan. Prosesnya terbilang tertata rapi. Mulai dari pembacaan tata tertib, pemaparan program kerja oleh para kandidat, sesi tanya jawab, hingga proses pemungutan suara final oleh seluruh anggota.

Praktis, penetapan rektor ini melibatkan 17 anggota MWA yang hadir secara fisik serta satu anggota yang memantau daring. Mereka semua punya hak suara sah. Pengecualian mutlak hanya berlaku bagi Prof. Panut Mulyono selaku rektor aktif saat ini. Menariknya, deretan menteri dan pejabat teras negara turut meramaikan ruang sidang. Beberapa nama besar yang memantau langsung jalannya pemilihan di antaranya Mendikbudristek Nadiem Makarim, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Menteri PUPR Mochamad Basuki Hadimuljono, Menlu Retno L.P. Marsudi, serta Menhub Budi Karya Sumadi.

Jejak Karir dan Inovasi Ova Emilia Banyak pihak mungkin penasaran mengenai latar belakang Ova Emilia. Di lingkungan rektorat dan kampus kedokteran, ia jelas bukan wajah baru. Ia merupakan Guru Besar di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM. Bahkan, kursi dekan di fakultas bergengsi tersebut telah didudukinya sejak 2016. Karir akademisnya membentang luas sejak ia lulus sarjana dari UGM pada tahun 1987. Ova kemudian langsung menyeberang ke Skotlandia demi merampungkan studi magister di University of Dundee pada 1990.

Tahun 1990 rupanya menjadi momen krusial lain dalam kehidupan pribadinya. Ia dipersunting oleh seorang pria asal Korea Selatan, Jang Keun Wong. Sang suami yang memutuskan menjadi mualaf ini memiliki nama Islam, Abdul Nasir. Dari pernikahan tersebut, kehidupan keluarga mereka diramaikan oleh kehadiran dua putra dan dua putri.

Fokus keilmuan Ova di dunia medis memang sangat tajam. Pada rentang waktu 1996 hingga 2000, ia mendalami pendidikan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi di UGM. Gelar S3 Clinical Teaching kemudian disabetnya dari University of New South Wales, berlanjut dengan predikat dokter subspesialis dari UGM pada 2009. Pengaruhnya makin meluas semenjak memegang jabatan Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Negeri Indonesia pada 2018. Selain rajin menerbitkan buku dan jurnal ilmiah internasional, ia mengantongi penghargaan bergengsi tingkat global seperti First Prize for Young Gynecologist Award (1998) dan SIDA Award (2006). Salah satu karya paling berdampak dari Ova tercatat pada kurun 2012-2020. Kala itu, ia merancang dan mengadvokasi kurikulum pelayanan Keluarga Berencana bagi para praktisi medis. Kurikulum inovatif inilah yang akhirnya dipakai sebagai model pelatihan standar di banyak fakultas kedokteran se-Indonesia.

Ajang Pembuktian Sains di Caldwell University Beralih dari dinamika kampus di Indonesia, geliat akademis yang tak kalah kompetitif juga terjadi di belahan dunia lain. Departemen Ilmu Pengetahuan Alam Caldwell University di Amerika Serikat baru saja merampungkan agenda akhir pekan yang sangat padat. Tepat pada Sabtu, 18 April 2026, kampus ini mengirimkan sejumlah mahasiswanya untuk mempresentasikan proyek riset di ajang bergengsi. Ajang tersebut adalah Simposium Riset Sarjana Tahunan ke-19 untuk bidang Ilmu Biologi dan Kimia yang digelar di William Paterson University.

Kamil Nogajczyk sukses menjadi mahasiswa yang pulang membawa kebanggaan. Ia berhasil merengkuh juara pertama di kategori Fisiologi, Perilaku, dan Toksikologi. Lewat kolaborasi penelitian bersama Dr. Maria Agapito, Kamil memaparkan temuan menarik mengenai identifikasi galur C. Elegans nosiseptif versus non-nosiseptif dalam mengevaluasi adaptasi biologis lintas generasi. Kehadiran Caldwell University makin mendominasi berkat partisipasi Dr. Lorelei Pratt yang memegang peran vital sebagai juri kehormatan, memantau langsung puluhan mahasiswa lain yang ikut menyemarakkan simposium sains tersebut.

Penjaringan Talenta Olimpiade Kimia Nasional Keesokan harinya, ritme kesibukan berpindah ke lingkungan kampus Caldwell sendiri. Pada 19 April 2026, Departemen Ilmu Pengetahuan Alam beserta Klub Sains Caldwell University resmi bertindak sebagai tuan rumah gelaran Olimpiade Kimia Nasional 2026. Acara ini terselenggara berkat kolaborasi strategis bersama American Chemical Society untuk cabang New Jersey Utara. Bagi Caldwell, acara ini bukanlah pengalaman pertama. Catatan sejarah menunjukkan ini merupakan kali keempat secara beruntun kampus tersebut membuka pintunya bagi talenta muda berbakat di bidang sains.

Sebanyak 17 siswa SMA unggulan hasil seleksi tingkat lokal berkumpul untuk bersaing sengit seharian penuh. Ambisi mereka cukup jelas, yakni memperebutkan satu tempat khusus untuk mewakili Amerika Serikat di ajang Olimpiade Kimia Internasional ke-58. Meskipun demikian, kompetisinya tidak akan berhenti begitu saja di kampus Caldwell. Dari akumulasi keseluruhan peserta ujian nasional di penjuru negeri, 20 anak dengan perolehan skor absolut wajib mengikuti pemusatan latihan lanjutan. Selama dua minggu penuh di camp studi khusus, mereka akan terus diasah, dilatih, dan dievaluasi. Nantinya, juri hanya akan meloloskan empat nama terbaik sebagai wakil resmi yang akan bertarung membawa bendera negara di olimpiade tingkat dunia.