• Jum. Feb 6th, 2026

Rentetan Aktivitas Seismik Guncang Jawa: Dari Blitar hingga Lepas Pantai Selatan

ByWahyu Rahman

Feb 6, 2026

Wilayah Jawa Timur kembali dikejutkan oleh aktivitas tektonik yang cukup intens. Pada Rabu pagi, 7 Mei 2025, tepat pukul 07.16 WIB, gempa berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang Kabupaten Blitar. Getaran lindu ini dirasakan cukup kuat oleh warga setempat hingga menjalar ke wilayah Malang. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa teridentifikasi berada di laut, sekitar 101 kilometer arah Barat Daya Kabupaten Blitar. Hiposentrum atau kedalaman gempa tercatat berada pada 44 kilometer di bawah permukaan laut, tepatnya pada koordinat 9.00 Lintang Selatan dan 111.92 Bujur Timur.

Tidak berhenti di situ, aktivitas kegempaan juga dilaporkan terjadi di sektor selatan Pulau Jawa pada hari Kamis. US Geological Survey (USGS) mencatat adanya gempa kuat bermagnitudo 5,8 yang berpusat pada kedalaman 58,4 kilometer. Terkait peristiwa ini, terdapat sedikit perbedaan data pemantauan, di mana BMKG mencatat kekuatan gempa tersebut mencapai magnitudo 6,4. Meskipun magnitudo yang tercatat cukup besar, BMKG memastikan bahwa gempa yang terjadi pada pukul 18.06 GMT tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan signifikan yang diterima dari kedua peristiwa tersebut.

Pentingnya Mitigasi dan Kesiapsiagaan Dini

Mengingat Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik, rentetan peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat untuk selalu waspada. Kesiapsiagaan bencana bukan hanya dilakukan saat kejadian, melainkan jauh sebelumnya. Evaluasi struktur bangunan rumah menjadi langkah awal yang krusial; pastikan hunian Anda tahan gempa dan posisinya aman dari risiko likuefaksi atau longsor.

Penataan interior juga memegang peranan penting dalam keselamatan. Perabotan seperti lemari tinggi harus ditambatkan ke dinding agar tidak roboh, sementara benda-benda berat wajib diletakkan di bagian bawah untuk menjaga kestabilan. Masyarakat juga diimbau untuk menyimpan bahan mudah terbakar di tempat aman yang tidak mudah pecah guna mencegah kebakaran sekunder. Selain itu, setiap rumah tangga wajib memiliki tas siaga bencana yang berisi kotak P3K, senter, radio, makanan suplemen, serta air bersih. Kenali pula letak sakelar utama listrik, kran gas, dan air agar bisa segera dimatikan saat kondisi darurat.

Prosedur Keselamatan Saat Guncangan Terjadi

Respons cepat di detik-detik awal gempa sangat menentukan keselamatan nyawa. Jika Anda berada di dalam bangunan, lindungi kepala dan badan dari reruntuhan dengan berlindung di bawah meja yang kokoh. Jauhi jendela kaca, lemari, atau benda gantung yang bisa jatuh. Jika memungkinkan, segera lari keluar menuju area terbuka, namun hindari penggunaan lift. Bagi mereka yang berada di luar ruangan, hindari gedung tinggi, tiang listrik, dan pepohonan, serta perhatikan pijakan kaki terhadap potensi rekahan tanah.

Kewaspadaan ekstra diperlukan bagi warga di lokasi spesifik. Pengendara mobil disarankan segera menepi, mematikan mesin, dan menjauh dari kendaraan untuk menghindari pergeseran atau kebakaran. Bagi penduduk di wilayah pesisir, jauhi pantai sesegera mungkin untuk mengantisipasi ancaman tsunami, sedangkan warga di daerah pegunungan harus mewaspadai potensi tanah longsor yang kerap menyertai gempa.

Langkah Pemulihan Pasca-Gempa

Setelah guncangan mereda, evakuasi harus dilakukan dengan tertib menggunakan tangga biasa. Jangan terburu-buru masuk kembali ke dalam bangunan karena risiko reruntuhan akibat gempa susulan masih sangat tinggi. Lakukan pemeriksaan cepat terhadap kondisi tubuh dan orang-orang di sekitar; berikan pertolongan pertama jika ada yang terluka, namun segera hubungi bantuan medis untuk luka parah.

Periksa lingkungan sekitar dari bahaya kebakaran, kebocoran gas, atau hubungan arus pendek listrik. Sangat disarankan untuk tidak menyalakan api sebelum memastikan tidak ada kebocoran gas. Di tengah situasi yang mungkin kacau, masyarakat diminta untuk tetap tenang, terus berdoa, dan hanya memantau informasi resmi dari radio atau instansi terkait. Jangan mudah terpancing oleh isu liar atau kabar bohong yang tidak jelas sumbernya. Kerjasama warga dalam mengisi data kerusakan dari instansi terkait juga sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan.